Advertising

Monday, March 2, 2015

Interaksi Jin-Manusia Bukanlah Mitos

Penggembala beristirahat di area dekat makam Nabi Sulaiman, Plain of Mizpah

Penggembala beristirahat di area dekat makam Nabi Sulaiman, Plain of Mizpah
 
Menurut ajaran Islam, keberadaan makhluk halus bernama jin bukanlah mitos atau isapan jempol belaka. Dalam Alquran sendiri telah ditegaskan, jin sengaja diciptakan Allah SWT untuk mengabdi kepada-Nya, sama halnya dengan manusia.
Beberapa literatur Islam pun mengungkapkan adanya interaksi antara jin dan manusia. Seperti yang terjadi pada zaman Nabi Sulaiman AS misalnya, bangsa jin dikisahkan ikut memperkuat Kerajaan Bani Israil yang ketika itu dipimpin oleh putra Daud AS tersebut.
Ummu Abdillah al-Buthaniyah dalam buku Kisah Raja yang Adil, Nabi Sulaiman menuturkan, di antara pasukan Nabi Sulaiman AS terdapat golongan jin yang bernama Ifrit. Dia sangat cerdik dan kuat.
Karena kuatnya, dia memiliki kemampuan untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba—yang berjarak ribuan kilometer dari Yerusalem—ke hadapan Nabi Sulaiman dalam sekejap mata.
Sementara, ulama al-Suyuti memberikan gambaran tentang peranan bangsa jin dalam pembangunan Baitul Maqdis di Yerusalem. Awalnya, kata dia, Allah menyuruh Sulaiman untuk membangun kembali Masjid al-Aqsa.
Raja Bani Israil itu lantas mengumpulkan semua orang yang paling bijaksana di Yerusalem, termasuk Ifrit, untuk merancang rumah Allah tersebut. Di antara jin yang menjadi anak buah Nabi Sulaiman itu ada yang kebagian tugas memotong kayu balok, memasang tiang, dan menambang marmer untuk melapisi lantai bangunan.
Selain itu, ada pula jin yang disuruh menyelami lautan dalam untuk mengambil mutiara dan terumbu karang yang digunakan sebagai bahan dekorasi Baitul Maqdis. Pada zaman Rasulullah SAW, jin kadangkala memperlihatkan wujudnya kepada manusia dalam bentuk binatang seperti ular.
Pada salah satu riwayat disebutkan, ular yang muncul di dalam rumah kaum Muslimin berkemungkinan adalah jin yang telah memeluk Islam. Oleh karenanya, Nabi SAW melarang umatnya membunuh ular tersebut, sebelum mengucapkan nama Allah SWT sebanyak tiga kali sebagai peringatan dan perlindungan.
“Jika ular itu masih tidak mau juga meninggalkan rumah, maka itu adalah setan dan karenanya harus dibunuh,” tutur ulama Islam dari Universitas Yordania, Dr Umar Sulaiman al-Ashqar, dalam bukunya The World of Jinn and Devils (Dunia Jin dan Setan).
Makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
 
Jin kadang-kadang juga masuk ke dalam tubuh manusia sehingga membuat orang yang dirasukinya menjadi kesurupan.
Ketika hal semacam ini terjadi, Rasulullah SAW memerintahkan kita menyebut nama Allah  untuk mengusir jin jahat tersebut.
Jika merujuk pada praktik yang dilakukan Nabi SAW dan para sahabatnya, maka kita akan menemukan banyak sekali doa yang dapat dibaca untuk mengusir jin.
Kendati demikian, pada zaman modern ini, tidak jarang pula kita menemukan pengusir jin yang menyebut nama-nama selain Allah. Ketika jin itu pergi, orang-orang awam pun menjadi yakin bahwa cara yang ditempuh si pengusir setan itu terbukti berhasil.
“Namun, ini adalah taktik dari setan. Karena dia tahu bahwa dengan mematuhi si pengusir setan, maka dia telah berhasil membuat orang-orang menyembah kepada selain Allah,” imbuh Imam Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwat.
Ia meriwayatkan, Abdullah ibnu Mas’ud RA mengisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada para sahabat di Mekkah, “Barang siapa di antara kalian memiliki keinginan untuk melihat jin, maka ia harus datang bersamaku malam ini.”
Ibnu Mas’ud melanjutkan, malam itu tidak ada seorang pun sahabat yang datang, kecuali dirinya. Nabi SAW dan Ibnu Mas’ud lalu mendatangi sebuah bukit yang tinggi di Mekkah.
“Rasulullah kemudian membuat lingkaran dengan kakinya untukku, dan menyarankan kepadaku untuk tetap duduk dalam lingkaran itu,” imbuh Ibnu Mas’ud.
Setelah itu, Nabi SAW mulai membaca Alquran. Tiba-tiba, sekelompok besar jin datang mengepung Nabi.
Ibnu Mas’ud lantas mendengar salah satu dari jin itu bertanya, “Siapa yang memberikan bukti bahwa engkau adalah Nabi Allah?” Tidak jauh dari tempat Nabi berdiri, ada sebuah pohon.
Rasulullah kemudian menjawab, “Apakah kalian akan mengakui (saya) jika pohon ini memberikan bukti?”
Jin tersebut lantas menyahut, “Ya, kami akan menerimanya.” Nabi pun memanggil pohon tersebut. Pohon itu kemudian datang mendekati Rasulullah, sehingga semua jin itu akhirnya memeluk Islam.
KHAZANAH TERKINI Ini Keunggulan Oase Alquran Oase Al-Qur'an, Ikon Baru Mushaf Al-Qur’an Cegah Begal Remaja dengan Aktif di Organisasi Kepemudaan Islam Yusuf Mansur Yakin Gerakan Jabar Menghafal Alquran Bawa Keajaiban Gerakan Jabar Menghafal Alquran Sentuh Akhlak Remaja TERPOPULER Malangnya, Perempuan Mualaf Ini tak Pernah Mendapat Zakat Banyak Mualaf Baru, Tapi.. Dari 100 Orang Mualaf, 15 Orang Harus Diselamatkan Ribuan Fans Bola Bershalawat kepada Rasulullah SAW Seorang Penumpang Insaf Ketika Naik Taksi TERKOMENTARI Politikus Belgia Sebut Alquran Kitab Sumber Kejahatan Dialog 1,5 Jam, Galih Putuskan Menjadi Muslim Foto Perpanjangan SIM, Muslimah Michigan Dipaksa Lepas Jilbab Film American Sniper Dirilis, Muslim Amerika Alami Intimidasi Ustaz Nababan: Kebenaran Islam Berasal dari Sumber yang Rasional Home > Khazanah > Jejak Islam Interaksi Jin-Manusia Bukanlah Mitos (2-Habis) Monday, 02 March 2015, 17:28 WIB Komentar : 3 Republika/Tommy Tamtomo/ca Makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. A+ | Reset | A- REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Jin kadang-kadang juga masuk ke dalam tubuh manusia sehingga membuat orang yang dirasukinya menjadi kesurupan. Ketika hal semacam ini terjadi, Rasulullah SAW memerintahkan kita menyebut nama Allah untuk mengusir jin jahat tersebut. Jika merujuk pada praktik yang dilakukan Nabi SAW dan para sahabatnya, maka kita akan menemukan banyak sekali doa yang dapat dibaca untuk mengusir jin. Kendati demikian, pada zaman modern ini, tidak jarang pula kita menemukan pengusir jin yang menyebut nama-nama selain Allah. Ketika jin itu pergi, orang-orang awam pun menjadi yakin bahwa cara yang ditempuh si pengusir setan itu terbukti berhasil. “Namun, ini adalah taktik dari setan. Karena dia tahu bahwa dengan mematuhi si pengusir setan, maka dia telah berhasil membuat orang-orang menyembah kepada selain Allah,” imbuh Imam Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwat. Ia meriwayatkan, Abdullah ibnu Mas’ud RA mengisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada para sahabat di Mekkah, “Barang siapa di antara kalian memiliki keinginan untuk melihat jin, maka ia harus datang bersamaku malam ini.” Ibnu Mas’ud melanjutkan, malam itu tidak ada seorang pun sahabat yang datang, kecuali dirinya. Nabi SAW dan Ibnu Mas’ud lalu mendatangi sebuah bukit yang tinggi di Mekkah. “Rasulullah kemudian membuat lingkaran dengan kakinya untukku, dan menyarankan kepadaku untuk tetap duduk dalam lingkaran itu,” imbuh Ibnu Mas’ud. Setelah itu, Nabi SAW mulai membaca Alquran. Tiba-tiba, sekelompok besar jin datang mengepung Nabi. Ibnu Mas’ud lantas mendengar salah satu dari jin itu bertanya, “Siapa yang memberikan bukti bahwa engkau adalah Nabi Allah?” Tidak jauh dari tempat Nabi berdiri, ada sebuah pohon. Rasulullah kemudian menjawab, “Apakah kalian akan mengakui (saya) jika pohon ini memberikan bukti?” Jin tersebut lantas menyahut, “Ya, kami akan menerimanya.” Nabi pun memanggil pohon tersebut. Pohon itu kemudian datang mendekati Rasulullah, sehingga semua jin itu akhirnya memeluk Islam. TAGS #interaksi jin-manusia

Reporter : Ahmad Islamy Jamil Redaktur : Indah Wulandari