Advertising

Saturday, August 1, 2015

Sulaiman, Sembelih Kuda Dapatkan Angin sebagai Kendaraannya

angin
TENTU Anda mengenal Nabi Sulaiman AS bukan? Ya, beliau adalah satu-satunya nabi yang memiliki kekayaan sangat banyak. Bahkan, beliau bukan hanya menguasai manusia, sebagai raja, akan tetapi jin dan hewan pun berada di pawah perintahnya. Sungguh kedudukan yang sangat luar biasa, yang tidak dapat tersaingi oleh orang terkaya di dunia saat ini sekali pun.
Namun, bukan hanya kekayaan dan kedudukan tertinggi Nabi Sulaiman yang menjadi kebanggan paling utama. Yakni, beliau memiliki tingkat keimanan yang begitu tinggi. Rasa cinta dan sayang kepada Allah SWT, sebagai Tuhannya sangatlah besar. Bahkan, ia rela menyembelih kuda-kudanya yang begitu kuat dan gagah, hanya karena takut kepada atas murka Allah kepadanya.
Sebagaimana Allah berfirman di dalam kitab suci Al-Quran, “Dan Kami karuniakan kepada Dawud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat kepada Rabbnya. (Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di wkatu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore , maka ia berkata kepada, ‘Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Rabbku sampai kuda itu hilang dari pandangan. Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku.’ Lalu, ia potong kaki dan leher (kuda-kuda itu),” (QS. Shad: 30-33).
Allah SWT menyebutkan bahwa Dia menganugerahkan kepada Dawud (putra bernama) Sulaiman AS. Lalu Allah menyanjung Sulaiman, dan (menyebutkan) bahwa dia banyak kembali kepada Allah, lalu Allah menyebutkan perkaranya tentang kuda.
Berikut ini kami bawakan kisahnya untuk Anda.
Nabi Sulaiman menyukai kida untuk digunakan berjihad di jalan Allah, dan beliau memiliki kuda-kuda yang kuat, cepat dan memiliki sayap, yang jumlahnya lebih dari 20 ribu. Ketika beliau memeriksa dan mengatur kuda-kuda tersebut, beliau ketinggalan shalat Ashar karena lupa, bukan disengaja. Saat beliau menyadari bahwa beliau ketinggalan melakukan shalat karena kuda-kuda tersebut, beliau pun bersumpah, “Tidak, demi Allah, janganlah kalian (kuda-kudaku) melalaikanku dari mneyembah Tuhanku.” Lalu beiau memerintahkan agar kuda-kuda itu disembelih. Maka, beliau menebas leher-leher dan urat-urat nadi kuda-kuda tersebut dengan pedang.
Ketika Allah mengetahui hamba-Nya, Sulaiman, menyembelih kuda-kuda tersebut karena-Nya, karena takut dari siksa-Nya, karena mencintai dan mengagungkan-Nya, disebabkan beliau sibuk dengan kuda-kuda tersebut sehingga habis waktu shalat, maka Allah SWT memberi kepada beliau dengan sesuatu yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut. Yakni, angin yang bisa berhembus dengan perintahnya, sehingga akan menjadi subur daerah yang dilewatinya. Perjalannya sama dengan perjalanan sebulan dan kembalinya sama dengan perjalanan sebulan. Dan tentu ini lebih cepat dan lebih baik daripada kuda.
Benarlah Rasulullah SAW, manakala beliau bersabda, “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah SWT, kecuali Allah SWT akan memberimu (sesuatu) yang lebih baik daripadanya,” (Diriwatkan oleh Ahmad dan Al-Baihaqi, dan ia adalah hadis shahih). []
Sumber: Kisah-kisah Nyata/Karya: Ibrahim bin Abdullah al-Hazimi/Penerbit: Darul Haq, Jakarta