Tanda Akhir Zaman, Takut Istri dan Durhaka pada Ibu

akhir zaman
SEBAGAI seorang suami ia memiliki kewajiban untuk memimpin rumah tangganya. Ialah yang memegang kendali dalam rumah tangga. Hanya saja, banyak kita temukan hal yang sebaliknya. Di mana malah istri yang berkuasa di rumah. Sedangkan suami hanya bisa mematuhi apa yang diperintah oleh sang istri.
Sungguh, ini di luar kewajaran. Sebab, dalam Islam diatur bahwa istri harus taat pada suami. Sedangkan suami tidak memiliki kewajiban sedikit pun untuk menaati istri. Walau pun sudah menikah, seorang lelaki tetap harus taat pada orang tuanya, terutama pada ibu. Maka, sebagai istri, ia harus mengerti pembagian posisi seperti ini. Karena, apa yang telah diatur dalam Islam, insya Allah akan memberi kemaslahatan dan keberkahan dalam hidup.
Tahukah Anda, ini adalah salah satu tanda hari kiamat, yaitu ketika seseorang durhaka kepada ibunya dan lebih dekat serta takut kepada istrinya untuk melawan dan mendurhakai ibunya atau ayahnya sendiri. Fenomena ini sudah terjadi dewasa ini.
Seringkali kita melihat, ada seorang ibu tinggal sendirian di rumahnya yang nyaris tak pernah dijenguk atau dikunjungi oleh anak-anaknya. Padahal, anak-anakdan menantunya hidup enak dalam kemuliaan, kemudahan dan kekayaan.
Pada saat itu, andai ibu atau ayah tinggal bersama anak-anak mereka, kedua orang tua ini tidak akan mendapat perhatian atau perawatan, seperti yang diberikan anak-anak mereka kepada orang lain.
Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila harta rampasan perang (al-Fa’i) hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya, seorang suami takut kepada istrinya dan durhaka terhadap ibunya, dan seseroang lebih dekat kepada temannya daripada ayahnya sendiri,” (HR. Tirmidzi).
Referensi: Kiamat Sudah Dekat?/Karya: Dr. Muhammad Al-‘Areifi/Penerbit: Qisthi Press

Banyak Pertikaian Sesama Manusia, Tanda Akhir Zaman

w
BUMI ini semakin tak bersahabat. Banyak goncangan-goncangan yang terjadi di dalamnya. Bukan hanya akibat gempa bumi, melainkan akibat ulah manusia pun ada. Bukan hanya yang terasa oleh seluruh makhluk hidup, yang tidak terasa tetapi merusak juga ada. Salah satu perkara inilah yang menjadi tanda akan tibanya akhir zaman. Hal yang tidak terasa namun berbahaya itu banyaknya pertikaian sesama manusia.
Ketika malapetaka dan cobaan merebak, hubungan antar sesama pun renggang, bahkan cenderung terputus dan berubah menjadi permusuhan. Sehingga, anggota masyarakat pun tidak saling mengenal kecuali jika masing-masing punya kepentingan materiil.
Hudzifah ibn Al-Yaman menuturkan, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang hari kiamat, beliau menjawab, “Hanya Tuhanku yang mengetahuinya. Waktu terjadinya pun tidak ada yang tahu selain Dia. Akan tetapi, aku akan sampaikan kepada kalian tanda-tandanya dan apa yang akan terjadi sebelumnya. Sesungguhnya menjelang kiamat nanti, pelbagai macam fitnah dan haraj akan merajalela.”
Para sahabat lantas bertanya, “Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahui makna fitnah. Lalu apakah yang dimaksud dengan haraj itu?” Nabi SAW menjawab, “Dalam bahasa Habasyah (Ethiopia), haraj artinya pembunuhan, dan manusia akan saling bermusuhan, sehingga masing-masing tidak saling mengenal satu sama lain.”
Hadis ini sesuai dengan realitas kehidupan saat ini. Kebanyakan orang nyaris tidak mengenal kerabatnya sendiri. Sehingga, ketika –misalnya- seseorang berpapasan anak-anak saudaranya di tempat umum, ia tidak menyadari kalau anak-anak itu masih punya hubungan darah dengannya.
Fenomena ini terjadi karena sebagian besar interaksi antar manusia dibangun atas dasar kepentingan pribadi. Di samping itu, banyak pula hubungan semu yang dibangun atas dasar kepentingan duniawi semata yang cepat terbina dan cepat pula hancur. Sebab, hubungan-hubungan seperti itu lebih banyak dilandasi oleh ambisi manusia dalam meraih kepentingan-kepentingan mereka, bukan oleh iman kepada Allah SWT dan persaudaraan.
Dalam hubungan-hubungan seperti itu, orang hanya melihat kepentingannya sendiri: jika ia bisa memperoleh kepentingannya dengan hubungan itu, ia akan membinanya. Namun jika tidak, ia pun segera mengakhirinya. []
Referensi: Kiamat Sudah Dekat?/Karya: Dr. Muhammad Al-‘Areifi/Penerbit: Qisthi Press